Perbedaan Reseller dan Dropship yang Harus Anda Tahu

Belajar Bisnis Online & Digital Marketing Bareng Saya

Sharing ini khusus untuk Anda yang benar-benar pemula, yang merasa sudah jago mending jangan masuk (NO DEBATE)

Perbedaan reseller dan dropship mungkin pertanyaan inilah yang muncul ketika Anda ingin mencoba bisnis online.

Sekarang ini banyak orang yang ingin mencoba bisnis online karena sistem kerja nya yang mudah hanya mengandalkan handphone, dan tentunya kuota internet.

Untuk Anda yang pertama kali ingin mencoba bisnis online saya sarankan untuk mencoba dulu menjadi reseller atau dropship. Selain modalnya yang kecil, bisnis ini cocok untuk semua kalangan baik itu pelajar atau orang dewasa.

Nah, bagi Anda yang ingin memulai tapi bingung harus memilih dropship atau reseller. Bacalah perbedaan reseller dan dropship berikut ini.

Pengertian Dan Perbedaan Reseller dan Dropship

Reseller adalah seorang pelaku bisnis yang menjual kembali barang atau jasa dari produsen atau suplier, dan sudah memiliki ikatan kerja sama dengan produsen atau suplier tersebut.

Jadi dalam artian reseller harus menyetok barang dulu dari produsen untuk dapat kembali menjual barang atau jasa dengan harga yang lebih tinggi dari produsen.

Sedangkan pengertian dropship sendiri adalah pelaku bisnis atau orang yang berjualan tapi ia tidak menyimpan stok barang.

Jadi tugas seorang dropship adalah mencari pelanggan, lalu meneruskan pesanan pelanggan ke reseller atau produsen. Dan reseller atau produsen akan mengemas pesanan lalu mengirimnya ke alamat konsumen, dengan atas nama orang yang melakukan dropship.

Untuk Lebih Jelasnya, Berikut Perbedaan Reseller Dan Dropship

1. Sistem Stok Barang

Stok barang merupakan perbedaan yang terlihat paling jelas antara pelaku reseller dan dropship. Dalam bisnis reseller Anda harus memiliki modal yang besar untuk menyetok barang dari produsen atau suplier. Dan juga Anda selaku bisnis reseller harus menanggung biaya pengemasan.

Sedangkan pelaku dropship tidak perlu menyetok barang, yang harus dilakukan para dropshiper hanya mencari pelanggan atau konsumen lalu meneruskannya ke reseller atau suplier.

Karena cara kerjanya yang gampang dan tidak memerlukan modal yang besar, sehingga banyak orang yang menjalankan bisnis dropship ini, saya sendiri pun menjalankan bisnis ini diawal-awal saya mulai berbisnis

2. Cara Kerja Pemasaran dan Strateginya

Perbedaan reseller dan dropship yang selanjutnya adalah cara pemasarannya dan strateginya.

Pemasaran antara seorang reseller dan dropship tentunya berbeda, jika reseller bisa langsung menjual produknya karena reseller memiliki stok barang yang banyak. Jadi seorang reseller dapat menjual produknya secara online maupun konvensional.

Sedangkan yang tidak memiliki stok barang yaitu dropship, cara kerja pemasarannya hanya lewat online.

Dan jika dropshipher menjual produknya di marketplace maka seorang dropshiper harus punya modal untuk menalangi terlebih dahulu produk yang dibeli pembeli.

Sebab aturan marketplace adalah akan mencairkan dana ke penjual apa bila barang sudah sampai ke tangan pembeli.

3. Keuntungan Antara Reseller dan Dropship

Perbedaan reseller dan dropship bisa dilihat dari segi keuntungan yang diperoleh.

Kira-kira antara reseller dan dropship lebih untung mana sih?

Reseller dapat membeli produk dari produsen dengan harga yang sangat murah sehingga reseller dapat menaikan harga setinggi dia mau. Tapi jika barang tidak laku, para reseller harus rugi karena harus menjual barang dengan harga yang rendah.

Sedangkan pelaku dropship mereka mengambil barang dari pelaku reseller.

Artinya para pelaku dropship mengambil barang dari tangan kedua bukan langsung dari produsen, Jadi para dropship mendapatkan harga barang dari reseller yang cukup tinggi sehingga tidak bisa menaikan harga dengan tinggi.

Tapi keuntungannya para dropshiper tidak akan rugi karena tidak menyetok barang.

4. Risiko Kerugian Antara Reseller dan Dropship

Setelah dilihat dari segi keuntungan, sekarang  perbedaan reseller dan dropship bisa dilihat dari segi risiko kerugiannya.

Dilihat dari segi risiko kerugian, tentunya reseller mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi dari pada dropship.

Karena disaat barang tidak laku di pasaran, daripada rugi para reseller terpaksa harus menjual barangnya dengan harga yang sangat rendah. Tentunya hal ini sangat merugikan pelaku reseller.

Sedangkan para pelaku dropship sebenarnya tidak ada ruginya karena tidak menyetok barang. Sehingga para dropship tidak perlu memikirkan jika barang tidak laku di pasaran.

Jadi bisnis dropship ini banyak digemari oleh para pelajar atau yang sedang belajar berbisnis online.

Hanya saja para dropship sangat bergantung ke pada reseller, karena jika menerima orderan tapi stok barang di reseller habis bagaimana?

5. Keribetan Antara Reseller dan Dropship

Perbedaan antara reseller dan dropship yang selanjutnya adalah tingkat keribetannya.

Yang dicari banyak orang ketika ingin mencoba berbisnis tuh bisnisnya ribet atau tidak? susah dijalani atau tidak?

Maka tak heran jika orang-orang itu mencari bisnis yang gampang, nggak ribet, hasilnya banyak.

Nah, untuk bisnis reseller sendiri sebetulnya tidak begitu ribet. Yang harus dilakukan para reseller hanya mencari pelanggan atau mencari para dropshiper, begitu menerima pesanan reseller harus mengemasnya dan mengantarkannya ke kantor ekspedisi paket.

Karena bisnis reseller ini merupakan bisnis besar, jadi perlu ruangan yang besar dan modal yang besar. Jika perlu merekrut karyawan.

Sedangkan bisnis dropship cara kerjanya hanya mencari pelanggan saja, dan meneruskannya ke reseller atau produsen.

Jadi tidak usah memikirkan masalah pengemasan biar reseller atau produsen yang mengerjakannya. Sedangkan untuk mencari pelanggan bukan hal yang susah, Anda bisa berjualan di sosmed atau buka toko online di marketplace.

Cara Menjadi Reseller dan Juga Dropship

Setelah Anda menemukan bisnis yang cocok, langkah terakhir adalah memulainya.

Nah, untuk menjadi reseller Anda bisa berkerja sama dengan beberapa produsen, lalu menyetok barang dan pasarkanlah produk Anda, lebih baik lagi jika Anda memiliki banyak para dropshiper.

Tapi paling penting Anda harus paham kendala dalam pemasaran di era digital saat ini

Sedangkan untuk menjadi dropship Anda tinggal mencari reseller yang mau bekerjasama. Biasanya para reseller membuka lowongan dropship di sosmed atau di marketplace. Setelah itu Anda tinggal membuka toko online dan memasarkan produk yang akan Anda jual.

Kesimpulan

Setelah membaca perbedaan antara reseller dan dropship yang diatas, mungkin sekarang Anda bertanya-tanya bisnis apa yang cocok untuk saya menjadi reseller atau dropship?

Untuk hal ini yang bisa memastikan bisnis reseller atau dropship itu tergantung dari Anda. Anda mempunyai modal berapa? Anda lebih sanggup yang mana?

Jika Anda mempunyai modal yang besar, memiliki ruangan kosong untuk menyimpan barang, serta serius untuk terjun ke dunia bisnis dan menerima konsekuensi yang ada, maka menjadi reseller adalah pilihan yang pas.

Tapi jika Anda tidak memiliki modal, belum serius berbisnis, dan hanya ingin mendapatkan uang sampingan maka bisnis dropshiplah yang cocok untuk Anda.

Itulah beberapa penjelasan tentang perbedaan reseller dan dropship, Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya apakah Anda sudah menentukan bisnis reseller atau dropship yang cocok untuk Anda. Peluang bisnis online ini tentunya sangat menggiurkan.

 Advertisement

Irfan Juniyanto saleh

Seorang yang tertarik dengan Digital Marketing & Bisnis Online, berbagi pengalaman menjadi passion saya, karena hidup musti bermanfaat.

Tinggalkan komentar