3 Tips Memulai Bisnis Online Berdasarkan Pengalaman Saya

Kali ini saya akan membagikan tips memulai bisnis online berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Tips bisnis kali ini hanya cocok untuk Anda yang sama sekali belum pernah memiliki bisnis namun ingin mencoba peruntungan dari mulai berbisnis online.

Karena saya sebelumnya mungkin sama seperti Anda…

Dahulunya saya seorang karyawan kantoran dengan masa bakti hampir 5 tahun dan saat ini dalam waktu 3 tahun lebih, Alhamdulillah sudah memiliki 2 usaha dan 1 passif income.

So, jangan sampai melewattkan setiap poin yang saya berikan, karena tips ini lahir dari trail & error saya, sehingga mungkin akurasinya cukup tinggi.

Silahkan, Anda tinggal menduplikasinya.

#1. Temukan Satu Produk Terbaik dari Banyak Produk yang Sudah Kamu Coba

Bisnis itu sama dengan menjual sesuatu, dilangkah awal ini tidak perlu terlalu banyak belajar. Porsi yang harus kamu gedein adalah banyak mencoba.

Anda harus menjual sebanyak mungkin, tanpa tapi.

Kebanyakan ilmu dan informasi membuat Anda takut dalam melangkah, sehingga gagal menemukan produk yang cocok untuk di jual.

Disini Anda pasti akan kehabisan banyak waktu, banyak tenaga bahkan juga banyak modal.

Saya pribadi bahkan sampai pada tahap minus modal.

Sisa uang pisah saya dari perusahaan dulu dan sedikit tabungan saya, habis tergali dalam masa mencari produk terbaik yang cocok untuk saya.

Beruntungnya, dalam kondisi minus tersebut, satu produk yang saya coba-coba tersebut memberikan sinyal positif. Dan menjadi bisnis saya sampai saat ini.

Saya ingat betul jumlah produk yang saya coba-coba tersebut, buat batako, jualan tiket pesawat dan pulsa, bikin kolam air terjun (Sempat di liput beberapa TV Nasional), sampai akhirnya saya menemukan satu produk yang menjadi batu loncatan saya.

Satu kalimat yang saya tanam di kepala dan tancapkan betul di hati yaitu kalimat “WHY is better then HOW”, ini kalimat dosen saya yang ngajar ilmu metedologi dan penelitian.

So dalam menganalisa sebuah produk Anda harus berfikir KENAPA produk tersebut laris, Bukan BAGAIMANA dia bisa laris.

Jika Anda masih tetap bingung, saya berikan rekomendasi 10 produk yang laris di jual online.

Itu hasil riset kecil-kecilan saya.Dan bagusnya lagi semua produk tersebut laris sepanjang masa.

#2. Evaluasi Produk Tersebut

Setelah Anda berdarah-darah berjibaku mencari produk terlaris tersebut, kini saatnya Anda harus langsung segera evaluasi produk tersebut.

Gimana sakit kan? Udah nemu produk laris, eh masih di evaluasi lagi.

Saya rasa ini penting…

Jangan sampai produk tersebut adalah produk musiman ataupun produk momentum. Disaat itu laris namun kedepannya malah bermasalah.

Saya pernah ngalamin ini, di kira udah benar-benar laris, eh ternyata larisnya karena momentum aja. habis itu saya mesti buang waktu, tenaga dan duit lagi.

Makanya saya langsung taruh poin evaluasi ini pada poin dua, agar Anda bisa terhindar dari pengalaman buruk saya tersebut.

Lalu Bagaimana Cara Mengevaluasinya???

Mulailah dari 2 pertanyaan mendasar

  1. Apakah produk ini bakalan menjadi bisnis saya yang menguntungkan?
  2. Apakah saya bisa mengembangkan bisnis ke tahap lebih jauh lagi dengan produk ini?

Anda harus jawab sendiri ya, karena ga ada kisi-kisi dan jawaban yang tepat dari saya.

Intinya Anda harus konsep betul bisnis tersebut, Anda harus tau respon pasar gimana, apakah grafiknya bergelombang, merangkak keatas atau makin hari makin landai.

Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebagai bagian dari evaluasi produk.

Jika Produk Fisik

Produk yang di jual online itu ada dua, produk fisik dan digital. Nah jika produk fisik Anda harus mempertimbangkan bagaimana proses pengirimannya, berapa berat perproduk, ketahanan dalam pengiriman dll.

Ketika Anda berjualan online maka otomatis pembeli bisa saja bukan sekota, bisa jadi dari luar pulau juga.

Kuncinya….

Pastikan Anda tau berat perproduk dan ekspedisi termurah. Karena jujur soal ongkir menjadi salah satu pertimbangan calon pembeli.

Saya ngalamain ini. Karena saya berada di sulawesi, sedangkan pembeli dari pulau jawa. Banyak lose deal gara-gara ini.

Akhirnya saya pertimbangkan untuk jualan ke orang yang masih satu provinsi, dengan beberapa alternatif kota-kota tetangga.

  1. Pertimbangakan Juga Apakah Produk Anda Sekali Beli Atau Habis Pakai

Salah satu penyebab bangkrutnya usaha kolam hias atau miniatur air terjun saya bangkrut adalah karena produk saya tersebut hanya sekali beli.

Jumlah peminat produk tersebut di tempat saya sangat terbatas, nah klo cuman sekali beli, gmn saya mau jual lagi. Akhirnya bisnis ini saya tutup. Karena ga bs ketemu celahnya agar orang yg sudah beli bisa beli kembali.

Anda harus betul-betul mempertimbangkan hal ini.

Lebih bagus untuk menjual produk yang habis pakai, artinya ketika mereka beli, jika habis mereka pasti akan repeat order lagi.

Otomatis, uang Anda cashflow – nya bisa lebih lancar lagi.

Memilih produk yang habis pakai, adalah jalan terbaik diawal-awal memulai bisnis. Ini menurut saya loh. Kan cerita pengalaman. hehehe.

  1. Perhatikan Siklus Produk Tersebut

Seperti yang saya sebutkan diawal. Produk itu ada yang musiman, ada yang laris karena momen tertentu dan ada yang memang sepanjang tahun di cari.

Ingat, diawal memulai bisnis, jangan pilih produk yang sifatnya viral, kayak es kepal milo. Ga bagus untuk perkembangan bisnis Anda kedepan.

  1. Perhatikan Juga Harga dan Kompetitornya

Penting loh, untuk tau harga kompetitor Anda.

Kolo sampe kompetitor Anda jual produk yang sama dan harganya lebih murah, wes Anda dijamin akan kesulitan untuk menjual.

Memang sih rezeki udah di takar masing-masing oleh tuhan, tapi kita gak bahas itu kali ini.

  1. Ukur Juga Kemampuan Anda

Anda tau kan, nafsu tinggi tenaga kurang???

Jangan sampai Anda memilih produk yang kayak gitu, pengen jual produk tersebut tapi eh, modal gak cukup.

Akhirnya ketemu dengan marketing pinjam dana atau pinjaman online.

Lah, sudah ini pasti awal kehancuran.

Bisnis yang dibangun dengan utang itu pondasinya gak kuat. Sudah itu saja, moga Anda bisa paham.

Sekali lagi kita ga bahas soal riba ya. Itu perkara iman.

#3. Serius Dalam Menentukan Kanal Penjualan

Saya yakin sebelum Anda membaca tips memulai bisnis online ini, Anda sudah pernah melakukan penjualan sebelumnya.

Dan saya yakin Anda sudah memiliki kanal untuk penjualannya.

Tapi, saat ini Anda harus benar-benar serius dalam memilih kanal penjualan online tersebut.

Seperti yang sudah saya utarakan di awal, saya berhasil membangun 2 bisnis serta 1 bisnis yang menghasilkan passif income.

Nah, bisnis saya tersebut 100% saya jalankan secara online.

Bisnis saya yang pertama adalah jualan perlengkapan baju bayi.

Diawal-awal bisnis saya langsung memulainya dengan membuat website dalam bentuk toko online.

Saya kiri ini harus di remark dalam tips memulai bisnis online yang saya bagikan.

Ternyata bisnis tersebut tidak bagus menggunakan website, karena target marketnya adalah ibu-ibu muda di daerah sekitaran saya.

Mereka tidak memiliki kebiasaan untuk mencari produk bayi tersebut di google, sehingga strategi toko online tidak berjalan baik.

Dan ternyata, Facebook menjadi kanal utama saya untuk jualan, karena calon pembeli lebih terbiasa berkomunikasi via facebook.

Nah, bisnis saya yang kedua dalam bentuk jasa.

Saya membuat agency dimana membuka jasa iklan facebook ads dan juga pembuatan website serta aplikasi.

Nah, jasa ini kanal penjualannya menggunakan facebook ads, jadi produk ini laris jika di iklankan. Ga cukup hanya sekedar posting di facebook ataupun di instagram saja.

Terakhir adalah passif income saya.

Passif income ini kanal penjualannya yaitu menggunakan website, khususnya dalam bentuk blog.

Salah satunya blog ini yang menjadi sumber passif income saya.

Jadi saya membuat banyak blog untuk menjual sebuah produk digital, jika ada yang berhasil membeli melalui link saya, maka saya akan mendapatkan komisi.

Model bisnis ini namanya program affiliate. Saya sudah list beberapa program yang saya ikut, hampir semunya gratis. So jika tertarik Anda bisa memulainya sekarang.

Silahkan baca disini.

>>> Program Afiliasi yang terbukti membayar.

Saya sudah pernah berjualan produk affiliasi via sosial media dan ternyata saya kurang berhasil, karena disana sudah banyak banget para senior yang bermain disana.

Akhirnya saya make blog aja dan cukup sukses, saya hanya menggabungkan website dan tambahan sedikit ilmu SEO yang saya miliki.

Rumus suksesnya

Anda harus mencoba semua kanal penjualan online mulai dari facebook, instagram, youtube, tiktok, website, paid ads, paid promote, jualan di marketplace dll.

Analisa kanal mana yang paling bagus dan kemudian serius dalam menggarap kanal tersebut.

Poin penting yang tidak harus di lupa adalah, Anda harus mencari guru untuk belajar dan tempat bertanya.

dalam menjalankan kanal-kanal bisnis saya, saya dibantu oleh beberapa tools, saya sudah rekomendasikan, silahkan liat sidebar atau footer blog ini.

Itulah sedikit cerita tentang saya tentang tips memulai bisnis online, semoga bermanfaat.

 Advertisement
Irfan Juniyanto

Tertarik dengan digital marketing dan bisnis online serta suka berbagi tentang apa yang saya ketahui dan apa yang saya lakukan dalam bisnis online saya :) Kontak Saya Via WhatsApp WA 6282293857234

Tinggalkan komentar