Corong Penjualan & Otomatisasi Untuk Meningkatkan Omset

Photo of author
Written By Irfan Juniyanto

CEO, Father And Digital Marketer

 Advertisement
 Advertisement

Disetiap webinar dan workshop yang sering saya bawakan, tidak akan pernah lepas dari dua hal, yaitu corong penjualan dan otomatisasi.

Kenapa materi tersebut sering saya bawakan dalam setiap materi saya.

Pertama, karena saya memang suka dan sangat paham dengan materi tersebut.

Kedua, Karena memang dua hal tersebut yang saya praktekan dalam semua bisnis yang saya miliki dan terbukti berhasil.

Sampai disini no debat ya. Jadi terjawab sudah.

Pebisins & Marketing Musti Sadar

Apapun yang Anda jual, Anda harus menyadari bahwa untuk mendapatkan pembeli itu bukanlah pekerjaan yang instan,

 Advertisement

Kabar baiknya jika Adalah hal yang tersulit dalam berjualan hanyalah mendapatkan pembeli pertama. Selebihnya jualan bakalan jadi mainan sehari-hari.

Kenapa demikian?

Karena jualan itu ada proses yang harus dilewati oleh Anda juga pembeli.

Untuk itu Anda harus paham tentang yang namanya corong penjualan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Anda harus melakukan otomatisasi pada corong penjualan tersebut.

Banyak pakar marketing yang sudah membahas tentang hal ini.

Tapi tentunya, praktek dan teori tentu berbeda.

Untuk itu saya mencoba menceritakan versi saya saja. Jadi jika ada yang berbeda dengan teori mungkin itu sekedar modifikasi untuk penyesuaian.

Kenali 3 Hal ini di awal.

  1. Siapa target Audience Anda
  2. Siapa Potensial Customer Anda
  3. Siapa pelanggan Ideal Anda, Coba cek pelanggan baru dan pelanggan lama Anda. Dapatkan insight disana.

Traffic & Otomatisasi

Selanjutnya Anda harus bisa mendatangkan traffic ke website penjualan Anda. Misalkan toko online, Landing Page atau Form Order.

Untuk mengotomatisasi saya menggunakan dua saja untuk mencari traffic baru.

Kenapa saya pakai kedua platform tersebut, karena ini menurut saya yang ini yang paling mudah untuk mentarget audiens saya dan juga mendapatkan potensial customer untuk produk yang saya jual.
Pada faktanya juga pelanggan ideal saya awal kedatangannya memang dari iklan berbayar.

Apakah menggunakan traffic gratisan boleh? Tergatung Anda, untuk itu di poin utama saya meminta Anda untuk memahami 3 hal.

Mengumpulkan Leads & Otomatisasi

Akibat dari mengarahkan traffic website penjualan, saya mendapatkan 3 data.

  1. Orang yang langsung order, Saya mengotomatisasi proses pembelian via membership, jadi ketika ada yang order langsung terkonfirmasi otomatis.
  2. Orang yang baru tanya-tanya. Data mereka saya simpan dan di follow up kemudian.

Karena saya menggunakan iklan berbayar, saya juga mendapatkan data pixel, ini sangat membantu untuk iklan saya kedepan.

Note: Beberapa marketing juga menggunakan umpan gratisan untuk mendapatkan kontak potensial customer. Misalnya dengan ebook, produk sampling, kupon dan lain-lain.

Namun saya sendiri jarang melakukannya, paling cuman sekitar 20%, sekedar memperbaharui database. Kebanyakan saya langsung jualan produk.

Karena pada pengalaman saya, akan sulit sekali mengkonversi data gratisan untuk membeli produk yang saya jual.

Otomatisasi Follow Up

Semua data pembeli saya lakukan otomatisasi menggunakan dua tools. Email Marketing & Whatsapp Blast. Dua-duanya sangat membantu untuk efisiensi waktu.

Saya mengintegrasikan email marketing dan mendownload nomor Whatsapp untuk di upload ke software.

Retention Rate

Semua pelanggan yang saya miliki diupayakan untuk melakukan repeat order atau recurring.

Saya sendiri memiliki standar khusus untuk retention rate. 20% baik dan diatas 30% sangat baik.

Jadi misalkan pelanggan saya ada 100 orang, minimal yang repeat order ada 20 orang.

Karena retention ini juga sudah diotomatisasi, sehingga maintenancenya teratur.

Upselling & Cross Selling

Diawal saya menyebutkan pelanggan ideal. Artinya adalah data pelanggan yang saya miliki adalah orang-orang yang memang memiliki keinginan untuk membeli dan punya kapasitas untuk membeli.

Data ini sangat membantu saya untuk melakukan jualan produk yang lebih mahal atau sekedar menjual produk lain.

Alhamdulillah dengan menerapkan sales funnel ini, Perusahaan saya tetap profit meski di hantam korona dan terus bertahan.

Anda pun bisa melakukan hal ini pada bisnis Anda. Silahkan mencoba. Karena saya sudah membuktikannya.

Semoga cerita tentang otomatisasi corong penjualan ini bisa mendatangkan insight untuk Anda dan bermanfaat

Tinggalkan komentar