10 Tips Membangun Sistem Reseller Untuk Bisnis Anda

membangun sistem reseller

Satu-satunya strategi yang paling tepat untuk mengembangkan usaha dengan cepat di era digital saat ini yaitu dengan membangun sistem reseller.

Sistem reseller terbukti langsung melipatgandakan omset dalam waktu sekejap dibandingkan dengan strategi pemasaran lain.

Nah, Jika Anda seorang pengusaha yang ingin membesarkan bisnisnya, tentunya Anda perlu tau ilmu dasar dari membangun sistem reseller ini.

Dan kali ini saya akan membagikan tips yang mudah sekali Anda terapkan. Insya allah gak susah di praktekan.

Harap bacanya secara berutut, pahami dan terapkan perlahan-lahan ya.

1. Produk Market Fit

Pondasi awal sebelum membuka peluang reseller untuk bisnis Anda adalah dengan memastikan produk Anda sesuai dengan keinginan pasar (Produk Market Fit).

Istilah ini di populerkan oleh seorang pebisnis yang bernama Marc Andreessen.

Dua hal yang harus Anda pastikan untuk mengetahui bahwa produk Anda sudah sesuai produk market fit.

  • Banyak orang yang membutuhkan produk tersebut
  • Produk Anda sudah mulai dibicarakan orang (direkomedasikan)

Ingat reseller akan menjual kembali produk Anda, jika peminatnya sedikit maka reseller gak punya alasan untuk menjual produk Anda.

2. Kualitas Produk

Sebuah produk yang berkualitas akan memastikan produk Anda memiliki prospek bisnis yang panjang (long-term) dan menguntungkan.

So, memastikan produk Anda memiliki kualitas yang baik, bahkan sangat baik adalah harga mati dalam bisnis reseller.

Cara verifikasi paling cepat adalah dengan melihat testimoni positif dari pelanggan.

Cara lain adalah melihat repeat order, Jika dari 100% pembeli produk Anda ada 20%-30% yang kembali membeli lagi, tandanya produk Anda bagus-sangat bagus.

Jika Anda mau sedikit repot, saya akan jabarkan langkah taktis poin-poin untuk meningkatkan kualitas produk. Silahkan terapin aja.

  • Lakukan surver kecil-kecilan untuk setiap produk yang Anda buat. Lihat apa respon mereka.
  • Investasi ke mesin-mesin pembuatan atau alat bantu produksi (gak mesti mahal yang penting ada)
  • Perhatikan apa yang dilakukan oleh kompetitor Anda, buat versi terbaik.
  • Training tim (karyawan) Anda.
  • Lakukan testing berulang-ulang sampai ke bentuk terbaik.

Simpel banget kan? Moga Anda paham yah soal hal ini.

3. Kapasitas Produksi

Pastikan Anda bisa memenuhi kebutuhan reseller, Menjual menggunakan sistem reseller berarti Anda sudah siap dengan kapasitas produksi yang lebih besar. Bluder jika produksi kecil tapi menggunakan sistem reseller.

Saya rasa Anda sadar dengan hal ini. So gak perlu dijelaskan panjang lebar.

4. SOP

Setelah Anda melakukan poin 1-3, maka otomatis Anda akan mulai kelimpungan. Nah disini prosedur standar operasional bekerja.

Anda harus memiliki SOP yang jelas, mulai dari produksi, pemasaran sampai dengan distribusi. Selalu ingat bahwa ketika Anda membangun pasukan reseller maka Anda akan berhubungan dengan orang ketiga. Reseller adalah “orang lain dalam bisnis Anda”.

5. Skema Reseller

Karena reseller adalah “orang lain dalam bisnis Anda” maka Anda perlu membuat aturan main dan menjelaskan secara rinci agar reseller tidak saling bertabrakan.

Semua role harus clear diawal semuanya. Sekali ada miskomunikasi antara Anda dan reseller atau sesama reseller maka fatal akibatnya. Bukan cuman itu untuk recovery juga butuh waktu yang lama.

Nah apa saja poin-poin yang harus dibuatkan skemanya? Saya kasih contoh dasar aja. Nanti Anda sesuaikan sendiri.

  • Tier Reseller
  • Skema Bonus
  • Bonus Loyality
  • Kontes Reseller
  • Aturan main “Do & Don’t”

6. Persiapkan Marketing Kit

Selanjutnya siapkan marketing kit untuk reseller, hal ini akan memudahkan reseller untuk melakukan promosi.

Buat marketing kit seperti banner dan video dengan kualitas yang bagus, gak apa-apa investasi untuk rekrut designer atau bayar jasa aja.

Marketing kit apa saja yang perlu dibuat?

  • Gambar ukuran square untuk kebutuhan promosi di sosial media.
  • Video yang nantinya bisa di posting untuk youtube, IG dan tiktok.
  • Banner website di pasang pada blog dll.

Rata-rata semua vendor di Indonesia sudah memanjakan reseller mereka dengan marketing kit yang lengkap. Pokoknya bikin reseller hanya fokus jualan saja.

Ingat loh orang yang pandai jualan itu belum tentu jago design.

7. Siapkan Dana Promosi

Nah soal budget promosi ini juga harus di perhatikan, siapkan budget untuk melakukan brand awareness.

Misalkan Anda beriklan menggunakan Facebook Ads atau Google Ads.

Dengan beriklan seperti brand awareness, Anda akan memudahkan reseller untuk melakukan penjualan. Singkatnya Anda bantu promosi biarkan reseller bantu Anda untuk closing.

Agak mustahil jika Anda membebankan semua promosi kepada reseller tanpa Anda melakukan apapun.

Lihat saja brand-brand besar yang melakukan iklan di semua media, biasanya mereka menaruh call to action seperti kata-kata “dapatkan di toko terdekat kesayangan Anda”.

Hal ini mereka lakukan untuk mempermudah toko melakukan penjualan, calon konsumen akan aware dan tertarik dengan produk Anda dan mereka akan mencari reseller terdekat.

Bahkan di beberapa kesempata, calon konsumen tersebut tertarik untuk mendaftar sebagai reseller.

8. Mulai Rekrut Reseller Pertama

Jika semua sudah beres, maka langkah selanjutnya adalah action untuk mulai melakukan rekrut reseller pertama Anda.

Banyak orang yang mengatakan bahwa rekrut reseller itu sangat susah. Ini ada benarnya, tapi yang Anda harus garis bawahi bahwa mererut reseller itu yang susah adalah mencari reseller pertama. Sisanya ini akan jadi mainan sehari-hari.

9. Edukasi Reseller Secala Berkala

Reseller juga perlu dilakukan edukasi. Paling tidak ada 2 edukasi yang paling penting.

Pertama, edukasi produk knowladge, Jika reseller tidak paham dengan produk yang mereka jual, maka kemungkinan besar akan sulit untuk berjualan, terlebih mendapatkan sales.

Kedua, Ajarkan mereka cara berjualan, mulai dari melakukakn promosi, melakukan follow up hingga teknik closing.

10. Bikin Platform Sistem Reseller

Terakhir nih, Jika Anda benaran serius untuk mengembangkan bisnis dengan model bisnis pemasaran sistem reseller maka Anda perlu berinvestasi pada sistem reseller itu sendiri.

Bikin platform untuk reseller, mengelola reseller itu bukan pekerjaan ringan, Anda butuh alat bantu untuk memudahkan pekerjaan dan meminimalisir load kerja.

Jangan sampai Anda selaku pemilik produk hanya fokus bina reseller tapi lupa untuk pengembangan bisnis Anda sendiri.

Sekarang ini sudah jamannya digital, Anda harus berani berinvestasi pada teknologi, jika tidak maka kompetitor yang akan menyalip bisnis Anda.

Untuk investasi pada bisnis seperti memiliki platform reseller memang biayanya tidak sedikit, namun Anda bisa mencoba menggunakan Detastore.id. Ini platform reseller dan dropshipper pertama di Indonesia.

Semoga bisnis Anda menjadi lebih berkembang dengan menggunakan sistem reseller dan jika dirasa postingan ini bermanfaat, maka bantu share ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.